Monday, March 17, 2008

Dreams of Aditi

tak kuasa aku ketikkan baris-baris sanjak
torehan ini rintihan batin
tak terobati (-2004)


Pada nyatanya berkali-kali lagi aku menulis lagi rintihan2 batin, yang terkuak lagi, terkuak lagi, dan lagi, dan lagi. Tak terobati. Sesekali luka itu kering, lalu terbuka lagi, mengucur darah lagi, membeku lagi, membiru lagi, mengering lagi, dan terkuak lagi dan lagi.

And I'm still finding bliss everywhere, sementara aku berkata pada diri frustrasi ini, "kebahagiaan itu disadari." Tentu saja aku berkata demikian karena tidak ada alasan bagi diriku untuk tidak merasa bahagia dengan semua yang telah aku miliki sekarang.